Psikolog UI Sarankan Tunggu hingga 16 Tahun untuk Akun Medsos

0 0
Read Time:1 Minute, 35 Second

Di era digital yang serba cepat ini, banyak orang tua mulai mempertimbangkan kapan waktu yang tepat memberi anak akses ke platform seperti Instagram atau TikTok. Menurut Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, anak di bawah 16 tahun sebenarnya belum siap secara mental untuk memiliki akun media sosial sendiri.

Alasan utamanya berkaitan dengan tahap perkembangan otak remaja yang masih rentan terhadap tekanan sosial dan perbandingan diri. Anak-anak di usia tersebut sering kali belum bisa memilah mana informasi yang sehat dan mana yang bisa memicu kecemasan berlebih.

Dari sisi teknologi, platform media sosial dirancang dengan fitur notifikasi dan algoritma yang membuat pengguna betah berlama-lama. Fitur seperti infinite scroll atau like count bisa membuat anak lebih mudah kecanduan tanpa sadar. Banyak aplikasi juga menyediakan pengaturan parental control, tapi pengawasan orang tua tetap jadi kunci utama.

Salah satu analisis tambahan adalah dampak jangka panjang terhadap kemampuan konsentrasi anak. Paparan konten cepat dan singkat di media sosial bisa mengganggu fokus saat belajar atau mengerjakan tugas sekolah yang membutuhkan ketelitian lebih.

Analisis lain yang relevan adalah soal privasi data. Anak di bawah usia tersebut mungkin belum paham risiko berbagi foto atau lokasi secara online, yang bisa dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab. Di Indonesia sendiri, aturan perlindungan data anak masih terus dikembangkan agar lebih ketat.

Banyak orang tua kini memilih pendekatan bertahap, misalnya membiarkan anak menggunakan perangkat hanya untuk video call keluarga atau aplikasi edukasi dulu. Ini bisa jadi jembatan sebelum akhirnya memberikan akses penuh ke media sosial di usia yang lebih matang.

Perkembangan teknologi juga membawa solusi seperti mode anak di beberapa aplikasi yang membatasi waktu layar dan jenis konten. Namun, teknologi saja tidak cukup tanpa pendampingan aktif dari orang tua dalam membangun literasi digital.

Kesimpulannya, menunda pemberian akun media sosial hingga anak mencapai usia 16 tahun bisa memberi ruang lebih besar bagi perkembangan emosional yang sehat sebelum mereka terpapar dinamika dunia maya yang kompleks.

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %

Related posts